SATU KAKI MILIK SABAR GORKY

Terpuruk oleh keterbatasan tidak menjadi pilihan, Sabar tetap sabar seperti nama yang ia punya. Terjatuh dari Gerbong Kereta Api membuatnya kehilangan salah satu kaki saat perjalanan pulang dari Jakarta ke Solo. Kaki kanannya pun harus diamputasi karena tidak bisa diselamatkan. Awalnya ia sangat terpukul karena kesenangannya dalam berkegiatan outdoor, seperti mendaki gunung dan memanjat tebing jelas akan sulit dan kepayahan dilakukan hanya dengan satu kaki. Namun dirinya lekas bangkit menata kembali hidupnya. Bahkan kini Sabar malah menjadi sosok inspiratif para difabel untuk tidak menyerah meraih impiannya.

“Mungkin karena saya kan tadinya normal ya bukan difabel dari lahir, jadi hasrat melakukan kegiatan seperti semula itu tinggi, justru tersiksa gitu kalau diam saja” jelas Sabar. Benar saja, Sabar pun menjalani hidup seperti orang umumnya yang memiliki sepasang kaki, ia bisa bersepeda, mengendarai motor mengantar anaknya sekolah, berkerja sebagai single rope building cleaner, dan mulai merintis usaha membuka warung kopi sederhana dirumahnya.

Sabar pun tak hanya membuktikan bahwa dirinya dapat menjalanin kehidupannya seperti semula, ia malah berprestasi menjadi Atlit Panjat tebing difabel, bahkan telah menjuarai kompetisi panjat tebing Internasional di Korea. Sabar pun kembali menjalani hobbynya yakni mendaki gunung, tak tanggung-tanggung, meski dengan satu kaki ia berhasil mendaki hampir seluruh gunung-gunung tertinggi di Indonesia dan Dunia. Pemberian julukan Sabar “Gorky” pun ia dapatkan selepas pulang dari pendakian puncak Elbrus, Rusia. Nama Gorky sendiri artinya “Pahit”, meski nama belakang tersebut terkesan negatif, ternyata ada maksud dibaliknya, kehidupan pahit yang dijalani dapat diperjuangkan dan berbuah manis.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *