Rainbow Cafe: basecampnya LGBT ?!

Rainbow a.k.a pelangi, adalah kumpulan warna mejikuhibiniu hasil dari pembiasan cahaya dengan rintikan hujan. Namun kali ini saya tidak bermaksud mengajari hal hal berbau eksak, melainkan sebagai ideologi dan simbol kaum LGBT.

kegiatan malam perkemahan di jepang hanya boleh di masuki oleh para orang dewasa. Saat malam banyak kafe kafe yang di buka, baik dari kafe ala tiap negara  (kebetulan perkemahan untuk acara internasional), kafe ajep ajep yg tiap malam ngedugem, hingga yg syahdu syahdu seperti rainbow cafe.

Syahdu !!?! Wait…
Iya syahdu, itu pemikiran yang terlintas sekilas melihat cafe tersebut. Ibarat kafe lainya, hanya saja tidak menyediakan menu ala suatu negara dan bukan kafe ajep ajep. Jadi saya anggap kafe ini syahdu karena alunan musiknya lembut. Saya sempat tergoda untuk mengunjungi kafe tersebut. Saya harap kafe tersebut, menyediakan makanan berwarna-warni yang menarik, seperti rainbow cake yang menjadi favorite saya.

Dengan berbekal maksa teman, kami berdua malam itu nekat masuk rainbow cafe tersebut. Kebetulan ada sebuah event dansa pada saat kami berkunjung, namun apa yang saya temukan diluar ekspektasi saya. Mereka semua berpasang-pasang dan mayoritas mereka sesama jenis, tiba tiba informasi dan data-data yg pernah saya baca dulu terlintas kembali di benak. Langkah saya terhenti saat menyadari “rainbow cafe bukanlah kafe yang menjual kue rainbow dan manisan lainya, melainkan kafe LGBT”
iya.. Lesbian Gay Biseksual Transgender.

Whattt?? Saya berteriak dalam hati. Buru buru saya tari keluar teman saya dari kafe itu. Dan saya lupa adegan tarik-menarik itu bisa menjadi salah pengertian bagi orang yang melihat kami barusan keluar dari kafe tersebut. Banyak sorot mata melihat kami yang notabenenya dua gadis berkerudung keluar dari kafe berpegangan tangan (padahal tarik-tarikan)
Mampus sudah….kapok keluyuran malem  ringisku.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *