KORONA : pulang kampung, bukan mudik !

Ramai sekali pada yang mengolok soal kebijakan “Pulang Kampung” dan “Mudik”.. Tapi sepertinya tidak mencari sejatinya arti dari dua istilah tersebut, Apakah benar mudik dan pulang kampung adalah sinonim?

Sama awalnya saya juga mikir,
“Ah bukannya sama-sama ke kampung? Sama saja beresiko kan?”
Lantas coba-coba cari defenisinya di KBBI, Ternyata memang beda, beda jauh malah bentuk aktifitasnya.

Lebih ringannya saya copas penjelasan dari status mas Rendy BeLagan soal perbedaannya, seperti berikut.

“Pemahaman saya setelah liat video wawancara antara Mbak Najwa Shihab dan Bapak Presiden Jokowi bahwasanya pulang kampung dan mudik itu memanglah berbeda..!

Pemahaman Bapak Jokowi mungkin pulang kampung adalah orang-orang yang tadinya bekerja dikota untuk mencari nafkah kemudian adanya pandemi ini akhirnya terkena dampak PHK atau kehilangan pekerjaan yang pada akhirnya memutuskan pulang kekampung halamannya untuk tinggal dan menetep kembali dikampung.
Disini ditegaskan dengan kalimat “Dia bekerja dikota tp anak istri serta keluarganya ada dikampung.”

Sedangkan mudik adalah orang-orang yg juga bekerja atau mencari nafkah dikota tetapi memiliki keluarga atau tempat tinggal permanen dikota, sehingga rutin mudik jika menjelang lebaran saja atau jika ada keperluan saja dikampungnya.
Dalam artian suatu saat ( mungkin jika pandemi berakhir ) akan kembali lagi kekota.

Sehingga kenapa ada ketegasan dan sanksi untuk yang mudik, karna mereka suatu saat akan kembali kekota lagi.
Sedang pulang kampung kan mereka nggak akan kembali kekota lagi karna sudah tidak punya pekerjaan atau berkeinginan memulai hidup baru dikampung halamannya.”

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *