Dualisme Gejayan

Barikade penguasa runtuh!
Lagi-lagi gas air mata ditembakan
Jalanan pun di blokade oleh massa.
Terdengar gemuruh pertikaian, yang mereka agungkan sebagai perjuangan. Keadilan.

Sayang, panggilan kali ini ditunggangi, sensasi pentas aksi.
Penghianat! Kau bilang dirimu bagian dari rakyat? Apatisme ini tak bisa lagi dibiarkan.

Padam, kebenaran kini adalah abu. Sebuah penghargaan bagi pemenang pertempuran. Kiranya fisik, penentu adalah taktik. Citra siapa yang unggul dan masuk akal. Lapak jual beli nilai dan moral.

Termenung, meratapi dari kejauhan. Hingar bingar sirine ambulan, senyap dalam pikiran. Diperempatan jalan, sembari menanti sang hijau datang. Musisi jalanan melantunkan indonesia pusaka.

Tak terasa pipi mulai sembab. Sesekali bergelimang air. Entah efek perihnya gas air mata, atau hati yang kian terluka.

Indonesia apa kau baik baik saja?

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *